Friday, April 25, 2014

LTM Akidah Islam



Akidah Islam
oleh Rifqi Akbar , 1306394341
Judul               : Pengembangan Akidah Islam dalam Ilmu Kalam
            Aqidah Ilmu Kalam secara bahasa terdiri dari kata Aqidah dan ilmu kalam. Aqidah berasal dari bahasa arab yaitu aqidah, aqid, uqad, uqud, I’tiqad yang artinya ikatan, perjanjian dan keyakinan. Sedangkan ilmu kalam artinya Ilmu yang membicarakan/membahas tentang masalah ketuhanan/ketauhidan (mengesakan Tuhan). Jadi Aqidah Ilmu Kalam artinya ilmu yang mempelajari ikatan/keyakinan seseorang tentang masalah ketuhanan dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan disertai alasan-alasan yang rasional.
            Masalah yang dibahas dalam aqidah ilmu kalam adalah mempercayai adanya Allah, Malaikat, Kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul Allah, hari kiamat, Qadha‟ dan Qadar, Akhirat, akal dan wahyu, surga, neraka, dosa besar, dan masalah iman dan kafir. Dari sudut pandang para ahli, akidah islam terdapat tujuh aliran yang dikenal secara luas, yaitu Khawarij, Mursijh, Syiah, Jubariah, Qadariah, Mu’tazilah, dan Al-Asy’ariyah. Pembahasan  ilmu  kalam  selalu  berdasarkan/bersumber  pada  dua  dalil yaitu  dalil  naqli(al-qur‟an dan  hadits)  dan  dalil  aqli  (dalil  fikiran). Sebagai sumber Ilmu Kalam, Al-qur‟an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan. Faktor timbulnya Ilmu Kalam berasal dari dalam (intern) dan luar (extern).
Ilmu kalam berbicara secara mendetail tentang aqidah Islam yang benar; menyangkut masalah keimanan, keislaman, dan ketauhidan. Dapat dipahami bahwa objek dari ilmu kalam berkisar pada masalah wahyu, akal, iman, kufur, kehendak dan perbuatan Tuhan, keadilan dan sifat-sifat Tuhan.Ilmu kalam merupakan ilmu hasil ijtihad para ahli di bidang itu untuk mempertahankan aqidah dan keimanan dengan menggunakan akal dan pikiran. Karena ilmu ini berkaitan dengan akidah (keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan) yang merupakan fondasi utama yang permanen, maka ilmu ini tidak mengalami perubahan dari dulu hingga sekarang, misal tentang keesaan Tuhan.

No comments:

Post a Comment